PGRI Mandailing Natal Turut Prihatin atas Kasus Hukum yang Menimpa Guru SDN 328 Sinunukan IV
Panyabungan, 22 Oktober 2025 — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mandailing Natal menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas kasus hukum yang menimpa salah seorang guru SD Negeri 328 Sinunukan IV, Iyusan Sukoco.
Ketua PGRI Kabupaten Mandailing Natal, Defrion, bersama Ketua PGRI Kecamatan Sinunukan Drs. Rachman Harahap dan Wakil Ketua Suwardi, S.Pd, hadir langsung ke SDN 328 Sinunukan IV pada Rabu, 22 Oktober 2025. Dalam kunjungan tersebut, Defrion menyampaikan dukungan moril kepada Sukoco dan menyatakan bahwa PGRI siap mendampingi kasus ini hingga selesai.
“Kami dari PGRI Mandailing Natal turut prihatin atas apa yang dialami saudara Sukoco. Guru adalah pilar pendidikan, dan kami akan terus memberikan pendampingan serta dukungan penuh,” ujar Defrion dalam sambutannya. Ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas sesama pendidik. “Guru bagaikan kumpulan lebah di dahan — satu terusik, semua marah,” tambahnya.
Sementara itu, Drs. Rachman Harahap, Ketua PGRI Kecamatan Sinunukan, menegaskan bahwa PGRI di wilayahnya masih aktif dan solid dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan. “Kami ingin meluruskan bahwa PGRI Sinunukan tidak vakum. Kami tetap bergerak, bekerja sama, dan hadir untuk para guru dalam suka maupun duka,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nurhanuddin Nasution, Kepala Sekolah SDN 328 Sinunukan IV, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari PGRI. “Kami berterima kasih atas kehadiran dan perhatian PGRI Mandailing Natal. Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengabdi dan menjaga marwah pendidikan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Feri Eka Putra Nasution, S.Pd, tokoh pemuda Pantai Barat Mandailing Natal, yang memberikan pandangan dan saran untuk kemajuan pendidikan ke depan, serta Imam Afkiri, Kepala Desa Sinunukan III, yang mewakili Camat Sinunukan dan Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Sinunukan.
Imam Afkiri menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus Sukoco hingga tuntas. “Kami dari jajaran pemerintah desa siap mendukung dan mengawal proses ini sampai selesai. Karena guru adalah ujung tombak pembangunan manusia,” ucapnya.
Acara pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini diakhiri dengan doa bersama. Turut hadir pula beberapa perwakilan kepala sekolah, anggota PGRI dari wilayah Pantai Barat, serta perwakilan dari PGRI Panyabungan.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, PGRI berharap kasus yang menimpa Sukoco dapat diselesaikan dengan adil dan bermartabat, serta menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian antarpendidik di Mandailing Natal.